MOMENT OF TRUTH

Oleh: Abu Jundi (Milis Pengusaha PKS)

Di sebuah resto di San Francisco, ada seorang konsultan yang heran melihat keramaian Chinese Restaurant Lie Po. Dia mencoba makan disana pada sebuah siang yang ramai sekali.

Pelayan dengan ramah melayaninya dengan bahasa Inggris yang masih saja tidak fasih, sang konsultan memesan “Orange Chicken with rice”, dan meminta minuman “Coke Zero”. Pelayan berkata: “Maaf, kami kontrak dengan Pepsi, dan tidak menjual produk Coca Cola. Apakah dapat kami tawarkan Diet Pepsi?” Sang konsultan menolak, dan meminta air putih saja.

Ketika dia sedang makan, tiba2 ada seorang berpakaian rapi membawa “Coke Zero” dan es batu, dan menaruh didepan pelanggan itu dan berkata sambil tersenyum “Tadi anda menginginkan Coke Zero kan? ” Lalu berlalu.

Sang konsultan meminum dengan puas dan memanggil pelayan yang tadi melayaninya. Pelayan datang dan tersenyum melihat Coke Zero ada disana.

Pelayan berkata: “ Nah sudah ada minuman kesukaan Bapak kan?”
Pelanggan: “ Tadi katanya tidak ada? Ini kok ada?”
Pelayan: “ Benar, baru saja kami belikan di pasar swalayan seberang.”
“Restoran lagi ramai, siapa yang membelikan?”
“Manager kami, dia tidak terlalu sibuk dibelakang.”
“Lho, katanya kontrak dengan Pepsi?”
“Ya, kalau menjual Coca-Cola tidak boleh, kalau memberi gratis kepada pelanggan, saya kira boleh.” Jawabnya sambil tersenyum.

* Memberi pelayanan yang baik adalah hal yang umum, dan dilakukan semua perusahaan, memberikan hal yang lebih, yang tidak terduga bisa, menjadi kunci sukses dijaman ini. Ciptakan “Moment of Truth”, yang memberikan impresi luar biasa, yang akan selalu diingat oleh pelanggan anda, sehingga dia akan setia pada perusahaan anda, dan merekomendasikan produk anda kepada orang lain.

Moment of Truth tidak hanya berlaku pada pelangan penjualan saja. Hal yang sama berlalu untuk sebuah kepemimpinan, Teamwork, ataupun dalam kehidupan sosial kita. Melakukan hal lebih yang menyentuh adalah kesempatan kita untuk diingat, dicinta, dihormati, dan diikuti oleh orang lain. Salam sukses untuk anda.

TUNGGU APALAGI, MARI KITA BERWIRAUSAHA !!!

Sumber: Kompasiana “Deddy Kurniawan”

Sebenarnya tak ada niatan dalam benak saya untuk berkecimpung di bidang yang satu ini. My dreaming ketika selesai kuliah hanyalah segera mendapat pekerjaan tetap dan menerima gaji setiap bulan untuk mencukupi kebutuhan, only that . Tidak terbayang untuk melakukan hal-hal lain di luar itu. Cukup membaca lowongan pekerjaan di koran, cari pekerjaan yang sesuai klasifikasi kita, tulis lamaran dan tunggu panggilan. Belum sesuai kriteria perusahaan, ya ngelamar ke tempat lain. Pokoknya yang simple-simple aja dah hehehehe.

Pasti banyak yang bertanya, sebenarnya apa yang menarik minat saya untuk menekuni bidang ini. Ketertarikan saya akan wirausaha justru dipicu ketika mendengar percakapan antara beberapa rekan mahasiswa yang saat itu juga sedang mengambil ijazah kelulusan.

Rekan mahasiswa yang satu bertanya “gimana, dah dapat panggilan dimana saja ?”.

Jawab rekan mahasiswa yang satu lagi  ”jangan berpikir mencari pekerjaan dong, kita yang harus “menciptakan pekerjaan”

Menciptakan pekerjaan ??? kata yang kemudian selalu menjadi pemikiran dan terus terngiang-ngiang di kepala saya. Untuk menciptakan suatu pekerjaan, tentu saja kita  harus mempertimbangan hal-hal berikut ini : Bagaimana hal itu bisa terwujud ??? pilihan bidang usahanya apa ??? market mana yang kita tuju ??? Bagaimana mencapai profit revenue ??? penanganan risk managementnya seperti apa nantinya ???

Wah ternyata cukup menarik juga ya !!!!

Menuangkan ide-ide tersebut ke dalam sebuah paper work dan kemudian mengaplikasikannya dalam bentuk activites-activities yang permanen. Melihat pencapaian dalam short term, mengkaji ulang planning, evaluasi serta perbaikan di sana-sini untuk memaksimalkan result. Waduh it makes me Happy and your life is wonderful.

Ada beberapa manfaat yang kita bisa dapat dari berwirausaha.

Kebebasan Mengatur Waktu

Kita adalah pengusaha, kita yang menentukan segalanya, termasuk diantaranya adalah kebebasan dalam mengatur waktu. Kapan mengatur schedule pertemuan dengan seseorang kita yang atur, jam berapa kita mesti berangkat juga kita yang atur, pulangnya kita juga yang atur. Isoma (istirahat, shalat, makan) terserah kita. Jika ada perubahan terhadap jadual yang kita susun, kita juga yang mengatur kembali. Apa lagi coba hehehehe

Kebebasan dalam Berinovasi dan Berkreasi

Gak perlu takut lagi bahwa ide yang kita sampaikan akan ditolak,disanggah atau ditertawakan orang, karena ini adalah usaha dan sepenuhnya tanggung jawab kita. Ada kebebasan dalam berinovasi dan berkreasi untuk memajukan usaha kita. Bagaimana supaya pelanggan bertambah ??? cara apa yang kita lakukan ???? Bagaimana cara agar produk kita diketahui banyak orang ??? Strategi apa yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah ini ???.   Silahkan, kita bebas mengaplikasikan gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran kita ke dalam rencana kerja. Begitu juga saat menyelipkan ide-ide lainnya yang sudah terangkum dalam planning.

Kebebasan Memperoleh Finansial

Kita bukan pekerja kantoran, yang setiap bulan mengharap gaji,insentif dan bonus turun dari atasan dan masuk ke kantung kita untuk dibelanjakan atau saving. Bekerja keras dalam waktu 24 hari untuk mengejar sesuatu yang sudah ditentukan oleh orang lain bukan oleh kita. Dengan berwirausaha maka kita bebas mengejar seberapa besar revenue yang diinginkan. Ingin 10 juta per bulan, 100 juta per bulan, 1 milyar atau bahkan lebih besar, Menarik bukan berwirausaha ? Lalu setelah melihat segala benefit yang bisa dipetik dalam berwirausaha, apa lagi yang kita tunggu. Ayo lakukan sekarang  juga, modal jangan dijadikan penghambat bagi kita untuk maju. Tekad untuk maju dan berani gagal adalah sikap mental yang harus dipunyai oleh setiap wirausaha. Gagal satu kali, bangkit dua kali begitu juga seterusnya. Mari menjadikan masyarakat Indonesia yang mandiri dengan berwirausaha.r dari itu, tinggal direalisasikan, kaji ulang apabila belum tercapai, restrukturisasi kembali langkah yang kita ambil. Jika sudah tercapai jangan cepat puas tingkatkan kembali pendapatan kita untuk mengejar impian yang lebih besar.

Hadapi Komplain, Berani Mengakui Kesalahan

sumber: SaudagarPks

Ini simpel tapi juga sulit untuk dilakukan, namun penting kalau anda benar-benar melakukan kesalahan. Menghindari perdebatan dengan konsumen adalah upaya untuk melindungi perusahaan anda sendiri dari kredibilitas negatif. Untuk itu perlu hal ini di perhatikan betul-betul. Kaat maaf simpel tapi kadang sulit.
Kita tidak perlu menutup-nutupi kesalahan kita di hadapan costomer, kejujuran adalah modal penting. masalah terpenting apakah customer akan memberikan kesempatan kedua bagi anda setelah mereka di kecewakan?. mungkin anda berfikir cuma satu orang. bukankan satu costomer memiliki teman yang banyak. Dalam riset, Sifat manusiawi lebih cepat menerima berita buruk dan negatif di bandingkan dengan berita baik. Sehingga apabial perusahaan anda di cap negatif, maka akan lebih cepat berita itu tersebar.

Yang anda perlukan adalah ketenangan dan keberanian. Tak perlu anda takut kehilangan keuntungan karena itu bagian dari resiko, kalau memang anda yang salah berarti memang keuntungan itu bukan hak anda. Untuk membantu anda agar lebih berani berkata maaf dan menjelaskan kesalahan anda, siapkan kompensasi kepada pelanggan, sehingga wibawa anda sebagai penjual tetap terjaga.

Mari jadi pengusaha jujur, karena kejujuran adalah marketing paling dasyat dan murah.

Kader PKS Kasemen Kota Serang belajar Bagaimana Tetap Berbisnis Menghasilkan Cash di Masa Pemilu

Para peserta Pelatihan Bisnis DPC PKS Kasemen Kota Serang siap menggunting suara parpol lainnya dengan isyarat 3 jari dalam posisi menggunting

Alhamdulillah acara Training Aplikasi Bisnis Praktis untuk kader dan strukturDPC PKS Kasemen Kota Serang dapat berlangsung dengan lancar dan menghasilkan beberapa kesepakatan yang harus di follow up oleh para peserta

Training dihadiri oleh lebih dari 20-an kader terdiri dari BPH struktur DPD PKS Kota Serang, BPH DPC PKS Kasemen, Bidan Perempuang DPC PKS Kasemen, dan praktisi bisnis kader se DPC Kasemen.

Ka DPD Kota Serang Ust Nana Mulyana menyampaikan sambutan atas pelatihan ini yang menyatakan betapa kegiatan ekonomi kader harus dipacu untuk pemenangan dakwah dan pemilu di tahun 2014. Di samping itu Ust Nana Mulyanajuga menyampaikan sosialisasi situasi Pilkada Kota Serang Terbaru dimana PKS kembali mendukung incumben.

Acara ini dipandu oleh Ust Arifin dan Ust Muhyar (Ka DPC PKS Kasemen) dan materi langsung disampaikan oleh Ust H Afdal Zikri AkKetua Departemen Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan DPP PKS yang juga sebagai Bacaleg DPR RI PKS dari Dapil Banten II No Urut 4 yang meliputi Kota Serang Kab Serang, dan Kota Cilegon.

Ust H Afdal Zikri Ak menyampaikan bahwa walaupun tahun ini adalah tahun penuh pengorbanan bagi kader dimana akan banyak dana pribadi yang dikeluarkan untuk pemenangan pemilu dan pemenangan caleg, tapi Ust Afdal Zikri menyampaikan bahwa tahun ini juga haruslah menjadi tahun masuknya uang bag kader dan caleg PKS, kta harus berfikir “out of the box” katanya bahkan kalau perlu harus berfikir”no box” sehingga luwes bergerak dan berkreatifitas bisnis.

Setelah masing-masing peserta mengenalkan diri dan bisnisnya secara ringkas, maka diuraikan kembali bagaimana optimalisasi data base bisnis kader dan simpatisan yang ada.

Setiap kader dan simpatisan haruslah melaksanakan #KenalPKS#BeliPKS, dan #JualPKS. Artinya adalah setiap Kader harus Kenal Produk Kader dan Simpatisan (#KenalPKS), lalu membeli produk  itu dan tahap terakhir adalag menjual produk kader dan simpatisan itu. Dicontohkan oleh Ust Afdal bahwa misalnya produk properti milik Ust Juheni M Rois (Bacaleg PKS DPRD Tk-1 Banten Dapil Kota Serang) yakni Griya Madani Serang (GSM) bisa dijualkan oleh semua kader dan simpatisan. Apalagi kalau proses #KenalPKS, #BeliPKS, dan #JualPKS ini disukung oleh pemasaran via media social semacam Twitter, facebook, dll.

Ust Afdal Zikri juga mencontohkan langsung penggunaan aplikasi RSS GRAFFITI untuk optimalisasi bisnis dan dakwah di Facebook milik kader, ternyata hampir sema peserta belum paham dan belum pernah menggunakan fasilitas ini padahal amat powerfull untuk dakwah dan bisnis.

Misal, apabila kita masukkan RSS situs PKS Piyungan ke dalam Facebook kader yang RSS dari PKS Piyungan ini beralamat dihttp://www.pkspiyungan.org/feeds/posts/default?alt=rss maka secara otomastis bila ada update berita dari situs PKS Piyungan maka secara otomatis langsung terkirim ke Facebookmkita dan akan terbaca oleh semua teman kita, praktis bukan? Apalagi kalau RSS GRAFFITI ini juga kita pasang iklan tetap (lihat bagian ADVANCE) yang menyertai setiap berita, maka kan lebih maknyus lagi hasilnya. Coba gunakan kreatifitas Antum kata pemateri….

Tak terasa waktu berjalan, penggunaan twitter untuk bisnis seperti optimalisasi account @PengusahaPKS dihttps://twitter.com/pengusahaPKS yang telah punya follower 16.302 account  juga diuraikan secara sekilas. Begitu juga pengunaan fasilitas AUTO TEXT pada smart phone Blackberry didemontrasikan pada para peserta.

Alhasil tercapai kesepakatan , bahwa ilmu terapan ini harus diperdalam lagi dengan pertemuan berikutnya dan kesepakatan lain, bahwa semua peserta harus embuat account twitter yang baru atas nama mereka masing-masing.

Pertemuan ditutup dengan doa oleh Ust Juheni M Rois dimana beliau mendoakan agar setiap aktivitas kader dan bisnisnya berkah bagi keluarga, bangsa, dan negara, amien ya Robb.

Presiden PKS Anis Matta Belanja di Mini Market PKS

Presiden PKS, Anis Matta memberikan pembekalan calon anggota DPRD se DIY dan Jawa Tengah di Gedung JEC, Jl Janti, Minggu (2/6/2013). Usai acara tersebut, Anis Matta bersama pengurus DPW PKS DIY mengunjungi unit usaha salah kader PKS di Kota Yogyakarta./

Presiden PKS Anis Matta berbelanja beberapa barang di mini market Jogja Swalayan milik salah satu kader PKS di jl Menteri Supeno Yogyakarta.

Presiden PKS Anis Matta menerima kartu belanja yang dapat digunakan di beberapa swalayan yang masuk jaringan.

PKS mendukung usaha ekonomi kecil menengah yang dijalankan kadernya agar perekonomian lebih meningkat.

sumber: detikfoto

Cara Praktis Menangani Keluhan Pelanggan

Menangani Keluhan Pelanggan

Keluhan adalah hal yang tidak dapat dielakkan ketika kita berhadapan dengan pelanggan. Setiap pelanggan pasti punya harapan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, selling bisa dikatakan sebagai sebuah proses yang dapat menimbulkan miskomunikasi sehingga akhirnya pelanggan tidak memperoleh apa yang mereka harapkan. Ketika menangani keluhan pelanggan, ingatlah tahap-tahap berikut:

TAHAP I – HANDLE THE EMOTION

Tahap pertama dalam menghadapi pelanggan adalah menangani emosi mereka. Tugas Anda adalah menenangkan pelanggan. Dengan berempati kepada pelanggan, Anda sudah menempatkan diri di dalam ”sepatunya” dan melihat situasi dari posisinya (pelanggan).

TAHAP 2 — SOLVE THE PROBLEM

Setelah mahir menenangkan pelanggan, tahap selanjutnya ialah memecahkan masalah pelanggan. Hal ini bisa saja menjadi bagian tersulit karena kebijaksanaan perusahaan mungkin tidak memperbolehkan Anda untuk memenuhi keinginan pelanggan. Dalam kasus ini, sangat dibutuhkan kesabaran, kemampuan negosiasi, dan persuasi yang tinggi. Semoga saja, setelah proses tawar-menawar, pelanggan Anda dapat menerima solusi yang Anda tawarkan. Bagaimanapun, ada hal yang harus Anda ingat dan sadari.

Jika akhirnya pelanggan menerima solusi yang Anda tawarkan, mungkin saja itu adalah hanya sebuah kompromi. Ini bukanlah sesuatu yang  benar-benar dia inginkan. Bisa saja pelanggan menerima tawaran Anda hanya untuk menghindari kekecewaan yang lebih jauh atau bahkan untuk menghemat waktu.

Dan jika solusi yang Anda berikan sesuai dengan yang diinginkan pelanggan, maka masalah itu sendiri sudah membuatnya tidak nyaman dan ia sudah punya pengalaman yang tidak menyenangkan dengan _ perusahaan Anda. Perasaan ini harus dikoreksi secepatnya supaya pelanggan Anda pergi dengan suasana hati yang senang tanpa rasa kompromi.

Coba perhatikan ilustrasi berikut:

Cerita Pertama

Seorang pelanggan wanita membeli sepasang sepatu dari sebuah toko sepatu. Ia butuh sepatu untuk mengunjungi seorang klien penting dan ingin tampak anggun. Keesokan harinya, pelanggan tersebut mengenakan sepatu barunya untuk bertemu dengan klien tadi. Dalam perjalanan, tiba-tiba tumit dari salah satu sepatu itu lepas! Wanita itu kecewa dan stres! la merasa sangat malu karena harus berjalan pincang ke kantor klien! Setelah kejadian itu, ia menghadapi minggu yang sibuk sehingga tidak sempat memperbaiki sepatu rusak tadi.

Pada hari Sabtu, ia pergi ke toko sepatu dan menjelaskan apa yang telah terjadi minggu lalu. Kemudian, pramuniaga toko memaksanya untuk memperlihatkan bon pembelian sebagai bukti ia telah membeli sepatu dari toko tersebut. Wanita itu mengatakan, ia telah kehilangan bon yang dimaksud. Pramuniaga meminta maaf dan menjelaskan bahwa sudah menjadl “kebijakan perusahaan” untuk tidak memperbaiki sepatu yang rusak kecuali ada bon pembelian.

Pelanggan marah! Ia berdebat hebat dan menaikkan nada bicaranya. Setelah 15 menit adu argumen, pramuniaga itu akhirnya setuju untuk memperbaiki sepatunya. Begitu sepatu selesai diperbaiki, wanita tadi menerima sepatu itu dan berjanji tidak akan pernah membeli dari toko itu Iagi.

Kemudian ia pergi berkumpul dengan enam temannya. Sambil minum kopi di sebuah kafe, ia menceritakan pengalaman buruk yang dialaminya dan memperingatkan teman-temannya untuk tidak membeli sepatu dari  toko itu.

Cerita Kedua

Seorang pelanggan wanita membeli sepasang sepatu dari sebuah toko sepatu. Sama juga, ia mau mengunjungi klien penting dan ia ingin tampil cantik. Pada hari berikutnya, dalam perjalanan menuju tempat klien, salah satu tumit sepatu itu Iepas.

Wanita itu kecewa dan stres! Ia juga merasa malu karena harus menemui klien dengan satu tumit sepatu yang Iepas! Ia menghadapi minggu yang penuh kesibukan sehingga ia tidak bisa melakukan apa pun dengan sepatu rusak tadi. Di akhir minggu, ia pergi ke toko sepatu dan menjelaskan apa yang telah terjadi sebelumnya. Dengan penuh perhatian, pramuniaga toko mendengarkannya. Kemudian,ia bertanya apakah wanita itu mengalami cedera pergelangan kaki sewaktu kejadian. Pramuniaga merasa lega saat mendengar wanita itu tidak mengalami cedera apa pun. la juga berempati pada situasi di mana wanita itu harus bertemu klien dengan tumit sepatu yang patah. Wanita itu menceritakan seluruh pengalamannya kepada pramuniaga, dan sesaat kemudian mereka pun tenggelam dalam suasana canda dan tawa.

Pramuniaga berjanji untuk memasangkan kembali tumit yang lepas tadi dan sepatu tersebut akan siap dalam 20 menit. Kemudian ia menghibur wanita itu dengan menunjukkan sebuah rak sepatu keluaran terakhir dari toko tersebut, dan menyarankan untuk mencoba beberapa sepatu tanpa harus membelinya. Wanita itu Ialu mencoba beberapa pasang sepatu dan memutuskan untuk membeli satu pasang yang ia suka. Segera setelah sepatunya selesai diperbaiki, pelanggan itu berterima kasih dan berjalan keluar. Sesaat sebelum ia meninggalkan toko, pramuniaga tadi menghadiahkan sepasang stocking wanita kepadanya. Pelanggan itu terkejut dan berkata dengan senang, “Terima kasih.”

Pramuniaga menjawab, “Sayalah yang harus berterima kasih karena lbu sudah kembali kemari dan memberikan kesempatan kepada kami untuk memperbaiki kesalahan kami. Silakan datang lagi.”

Pelanggan wanita tadi membalas, ”Tentu saja! Dengan pelayanan seperti ini, saya pasti kembali lagi!” Kemudian, ia pergi berkumpul dengan enam temannya. Ketika mereka sedang berbicang-bincang sembari minum kopi di sebuah kafe, ia menceritakan pelayanan terbaik yang pernah ia alami di toko sepatu dan…

”Ngomong-ngomong, mereka juga punya sepatu baru keluaran terakhir. Aku sudah beli satu di antaranya. Lihatlah, sepatu ini indah, kan?”

Salah seorang temannya berkata, “Mengapa kita tidak pergi sekarang juga… sebenarnya akujuga pengen beli sepatu baru.”

Temannya yang Iain berseru, “Eh, aku juga, dan kita juga bisa melihat pramuniaga hebat yang kamu ceritakan tadi.”

Lantas, mereka pergi menuju toko sepatu tadi… dan lima di antara mereka ternyata membeli sepatu di sana!

TAHAP 3 – CHEER UP THE CUSTOMER AGAIN!

Bagaimana dengan pelayanan di perusahaan Anda?

Mirip cerita pertama atau cerita kedua?

Jika Anda cermati, tahap ini tidak hanya semata-mata menyelesaikan masalah (Tahap 2). Setelah menyelesaikan masalah,  Anda pun harus menuju ke tahap ke—3: Cheer Up The Cust0merAgain!

Dalam cerita kedua, pramuniaga menyenangkan pelanggan Iewat hadiah sepasang stocking wanita. Pelanggan menyukai kejutan dan hadiah. Ketika saya masih anak-anak, ibu saya sering mengajak   saya mengunjungi saudara-saudara perempuannya. Ibu saya punya banyak saudara perempuan. Akan tetapi, saya sangat senang jika kami mengunjungi bibi saya yang nomor lima. Mengapa?

Karena setiap kali ke sana, sebelum pulang ke rumah, ia tak pernah lupa memberi saya hadiah kecil. Saya selalu ingat perasaan saya ketika memperoleh hadiah tersebut. Bukankah anak-anak menyukai hadiah?

Dan… ORANG DEWASA PUN DEMIKIAN!

Jadi ingatlah, setiap kali Anda menyelesaikan masalah dengan pelanggan,jangan pernah membiarkan mereka pergi begitu saja. Selalu kejutkan mereka dengan hadiah-hadiah kecil (sangat cantik jika diikat dengan seutas pita). Mereka sangat menyukainya!

Kemudian, saya sarankan Anda untuk melakukan sesuatu yang akan membuat mereka loyal kepada Anda. Dua atau tiga hari setelah peristiwa “keluhan”, hubungi pelanggan untuk menanyakan apakah mereka mengalami masalah dengan produk yang sudah dibelinya.

“Apakah ada masalah pada tumit dari sepatu yang baru Anda beli? Tidak ada masalah?

Bagus! Baiklah, saya hanya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa kami akan menggelar diskon 50% minggu depan. Silakan datang dan beritahukan ini pada teman-teman Anda!”

Terdengar sangat indah sebagai sebuah kenyataan?

Dari pengalaman saya, banyak penjual dan bagian customer service yang mengeluh karena tidak diizinkan manajernya untuk memberikan hadiah kepada pelanggan yang komplain. Alasannya, “Jika kita memberikan hadiah kepada pelanggan yang komplain, maka akan banyak pelanggan komplain yang datang hanya untuk mendapatkan hadiah ini!”

Jika Anda memiliki seorang manajer seperti itu, maka hal yang dapat Anda lakukan untuk menolong manajer Anda adalah:

Bawalah ia ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan otak!!!! 

 

(sumber: Kp Wirausaha)

Desain Kartu Nama Yang Baik

Kartu nama adalah hal penting bagi peningkatan brand perusahaan. Baik itu kepada kolega bisnis, masyarakat umum, atau bahkan konsumen setia sekalipun. Kartu nama memiliki kemampuan dan fungsinya sendiri. Karena itulah, desain kartu nama yang baik, merupakan syarat mutlak agar kesan perusahaan yang ingin dicapai dapat tersampaikan.

Lalu bagaimanakah desain kartu nama yang baik itu? Tentu ada banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Dan untuk menciptakan sebuah desain yang baik, haruslah belajar bertahun-tahun terlebih dahulu.

Namun jika anda ingin mengerti desain kartu nama yang baik pada umumnya, ada beberapa poin yang dapat disampaikan di sini:

1. Jadikan logo sebagai pusat dari desain kartu nama. Fokuskan kartu nama pada logo.

Logo perusahaan adalah identitas utama perusahaan. Di dalamnya, ada entitas, filosofi, nilai, dan bahkan visi dari perusahaan itu sendiri. Logo adalah lambang utama perusahaan. Dan itu merupakan wajah utama perusahaan. Jadi, mengapa harus mencari wajah baru lagi di dalam kartu nama?

Desain kartu nama harus memiliki pijakan dasar yang sama dengan logo perusahaan. Mulai logika dari logo, baru kemudian menyebar kepada elemen-elemen lain di dalam kartu nama.

Jadi intinya adalah, fokuskan pada logo!

2. Berikan informasi yang singkat, jelas dan secukupnya.

Kartu nama bukanlah brosur, flyer, apalagi leaflet. Kartu nama adalah kartu nama. Kartu nama cukup menyebutkan kontak seperlunya saja. Tidak perlu memasukkan kalimat-kalimat persuasif berlebihan yang justru mengaburkan fungsi utama dari kartu nama itu sendiri.

3. Cantumkan informasi penting

Meskipun tidak perlu menampilkan semua informasi, bukan berarti kita tidak menghiraukan informasi yang ada di dalam kartu nama. Masukkan informasi penting yang harus ada di dalam kartu nama, supaya orang mudah menemukan kita. Beberapa yang harus ada adalah, nama perusahaan, tagline, nama orang, jabatan, dan kontak penting seperti nomor telepon, email, situs, dan lain-lain.

Untuk kontak, pastikan semua dapat dihubungi, jangan asal menulis nama situs, tapi ternyata belum ada situsnya. Hal seperti itu justru akan menurunkan image brand perusahaan secara drastis!

4. Jangan berlebihan dalam memakai font

Font (huruf) yang bagus, penuh lika-liku, penuh ornamen di sana-sini memang menggoda untuk digunakan sebagai upaya untuk mempercantik desain. Tapi dalam dunia kartu nama, hal itu malah bisa dianggap lebay. Terutama jika anda membuat kartu nama untuk korporat yang ingin terkesan professional, pilihlah font yang mudah dibaca.

Kecuali jika anda adalah perusahaan yang bergerak di bidang kreatif, atau yang ingin mengesankan kreatifitas dan keceriaan anda. Memilih font tipe dekorasi adalah hal yang bisa diterima. Meskipun tetap harus ditekankan, bahwa tulisan yang ada di sana harus bisa dibaca.

5. Jangan gunakan terlalu banyak warna.

Warna yang berlebihan dalam membuat kartu nama akan membuat kartu nama anda terlihat seperti coretan anak SD. Meskipun ada beberapa pengecualian, tapi tetap pastikan komposisi warna yang anda pilih untuk kartu nama tidak berlebihan dan enak dilihat. That’s the way of proffesional company.

Itulah tadi beberapa hal yang harus diperhatikan untuk desain kartu nama. Sekilas mudah? Atau malah terdengar susah? Jika anda bukan desainer professional, percayalah, hal-hal di atas adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Karena itu, akan sangat bijak jika kita menyerahkan tugas mendesain kartu nama ini kepada jasa desainer professional yang memang dapat diandalkan. Mungkin sekilas akan terkesan mahal, tapi itu sebanding dengan kualitas yang didapatkan. Worth it!

Namun perlu diingat, sebagus apapun desain kartu nama anda, jika tidak diserahkan kepada percetakan yang tepat, hasil akhirnya akan tetap buruk. Karena itu, serahkan soft file kartu nama keren dan elegan anda kepada jasa percetakan yang mampu memproduksinya dengan baik.

Ditulis Oleh : Percetakan cera

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 21,980 other followers